follow

Rabu, 06 Mei 2015

Asal-usul Gudeg




Mengkutip dari : www.puspadanta.com - Gudeg,  salah satu makanan khas Jogja yang harus dirasakan ketika para turis berkunjung ke kota ini. Rasanya yang manis membuat banyak orang ketagihan akan makanan ini. Gudeg merupakan buah nangka muda yang direbus diatas tungku sekitar 100 derajat celcius selama 24 jam untuk menguapkan kuahnya, lauk pelengkapnya seperti daging ayam kampung, telur bebek, tahu dan tempe akan menambah kenikmatan rasa gudeg. Apalagi pedas dari sayur tempe dan sambal krecek membuat gudeg semakin nikmat untuk disantap.
Gori atau nangka muda adalah bahan baku utama dalam membuat gudeg karena di masa lalu, nangka mudah diperoleh di kebun-kebun milik masyarakat Jogja. Ketika itu, gudeg yang dikenal hanya gudeg basah. Namun di sekitar tahun 1950-an, gudeg kering mulai dikenal hingga saat ini. Karena gudeg kering lebih tahan lama dibandingkan gudeg basah, maka orang-orang luar Jogja membawa gudeg sebagai oleh-oleh.
Dengan semakin berkembangnya home industri gudeg di Jogja, maka kemasan gudeg juga mengalami inovasi. Kemasan menarik menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, dengan menggunakan besek (tempat dari anyaman bambu) atau menggunakan kendil (guci dari tanah liat yang dibakar).
Konon, ketika pembukaan hutan Mentaok untuk pembangunan Kraton Mataram, di daerah tersebut terdapat banyak pohon nangka. Ada juga pohon kelapa di pinggir hutan dan sungai. Suatu ketika, seorang di prajurit diperintahkan untuk memanfaatkan nangka dan kelapa sebagai santan untuk dijadikan makanan. Namun, ketika sedang memasak, sang prajurit diperintahkan untuk menebang pohon, sehingga masakan tersebut tidak diangkat hingga 6-8 jam. Makanan tersebut sekarang kita kenal sebagai gideg.
Ada juga yang menyebutkan, gudeg pertama kali dibuat oleh seorang istri prajurit yang bernama Sri Simantri. Dia merupakan orang pertama yang memasak gudeg dengan bahan baku nangka muda, gula dan kelapa di tahun 1500-an.
Saat ini Gudeg banyak ditemui terutama di Jalan Wijilan, jalan tersebut menjadi pusat Gudeg. Berlokasi di timur Alun-alun Utara, para wisatawan dapat menemui banyak warung penjual gudeg. Setiap hari terutama week-end, para penjual dipadati wisatawan yang ingin mencicipi nikmatnya gudeg. Anda penasaran ingin mencicipi nikmatnya gudeg? Langsung saja datang ke jalan wijilan

1 komentar: